Jadi pilot project, Pemerintah Bantaeng jalin kerjasama dengan dua balai rehabilitasi

  • Whatsapp

Bantaeng, aksaranews.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng dan Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual Nipotowe Palu melakukan perjanjian kerja sama Memorandum Of Understanding (MOU) guna meningkatkan kepedulian terhadap lansia.

Penandatanganan itu dilakukan langsung Bupati Bantaeng, Dr.H.Ilham Azikin bersama Perwakilan Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa, Subhan Kadir, dan Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual Nipotowe Palu, Syaiful dalam rangka Pemantapan Pendamping Keluarga Dalam Perawatan Lansia Program Asistensi Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Atensi-LU), yang berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (28/06/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Meyriani Madjid, Kepala Dinas Sosial, Syamsir, Manager SLRT Bantaeng, A. Shernylia Maladevi, serta para para peserta pendamping dari SLRT dan Dinas Sosial sebanyak 35 orang yang akan memberi pelayanan kepada 105 orang Lansia. Dengan menghadirkan narasumber dari praktisi dan akademisi.

Pada kesempatan itu, Perwakilan Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Gau Mabaji Gowa, Subhan Kadir, dalam laporannya mengatakan bahwa program ATENSI-LU yang dilaksanakan di Bantaeng ini merupakan pilot project, program layanan yang memberi rehabilitasi sosial dengan pendekatan berbasis keluarga.

“Tidak semua Kabupaten kami gandeng untuk kerjasama, kami memilih Kabupaten Bantaeng karena sejalan dengan program BAIK TUNTAS Pemkab Bantaeng. Bantaeng juga merupakan daerah terbaik pelaksana program SLRT,” kata Subhan Kadir.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual Nipotowe Palu, Syaiful mengatakan bahwa Pemkab Bantaeng yang sangat tinggi kepedulian terhadap disabilitas lansia, dan Bantaeng sudah melakukan ini sehingga ki merasa harus memberi support untuk bisa melengkapi apa yang sudah ada di Bantaeng. Dengan tagline “Program BAIK TUNTAS” Oleh Pemkab Bantaeng juga sangat sejalan dengan apa yang menjadi konsen kami. Saya harap ini dapat di aplikasikan dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya yang lebih komplit lagi”, ungkapnya.

Disamping itu, Bupati Bantaeng, Dr.H.Ilham Azikin dalam sambutannya mengungkapkan tentu kehadiran program “BAIK TUNTAS” ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi besar, karena program ini dirancang khusus untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bantaeng agar mereka merasa diberikan perlakuan khusus dan istimewa oleh Pemda dan kita semua yang peduli.

“Dengan hadirnya dua Balai dari Kementerian Sosial, tentunya semakin menambah gairah dan semangat serta kekuatan Pemkab Bantaeng dalam menangani permasalahn-permasalahn sosial yang ada khususnya untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas”, Ucap Bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa dengan sinergitas yang kita mulai bangun hari ini akan menjadi pemantik dan pilot project penanganan Lansia dan Disabilitas di Indonesia serta menjadikan Bantaeng lebih baik lagi ke depannya.

“Dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Agustus 2020 di Bantaeng terdapat Lansia sebanyak 8.850 jiwa dan Penyandang Disabilitas sebanyak 1.409 jiwa, angka-angka tersebut bukanlah jumlah yang sedikit sehingga memerlukan langkah taktis untuk dijadikan solusi”,kata dia.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Bantaeng sendiri telah melahirkan inovasi “BAIK TUNTAS” yang merupakan bentuk perhatian dan peduli Pemda yang didasari oleh keprihatinan dari beberapa Organisasi Masyarakat Sipil serta peran aktif dari SLRT Sipakatau Bantaeng yang bertujuan untuk menghadirkan pemerintah dalam memenuhi pelayanan dasar bagi orang tua kita para lansia dan saudara-saudara kita para penyandang disabilitas di Kabupaten Bantaeng,” pungkasnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait