Evakuasi 2 korban penambang yang tewas di peti Mintu Boltim terkendala kecilnya lobang

  • Whatsapp
Situasi terkini di lokasi Peti Mintu, Desa Atoga Timur, Boltim (Foto: Chendry Mokoginta)

Boltim, aksaranews.com Proses evakuasi 2 Korban penambang yang tewas kehabisan oksigen dan terhirup zat asam di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perkebunan Mintu, Atoga Timur, terkendala kecilnya lobang.

Menurut penuturan jurnalis seputarboltim.com di lokasi kejadian, dua warga Atoga dengan menggunakan alat seadanya mencoba masuk dan memastikan kondisi korban di dalam lobang.

Bacaan Lainnya

“Jadi sudah ada dua warga yang masuk ke dalam lobang, Anto Manoppo dan Nuran Mokoagow, mereka berdua memastikan dua korban meninggal dunia di dalam,” beber Chendry Mokoginta melaporkan, Rabu (12/1/2022).

Menurut Chendry, kedua warga tersebut saat keluar dari lobang peti menjelaskan sulitnya mengevakuasi korban karena kecilnya lobang.

“Kesulitan mengevakuasi karena kondisi lubang yang sempit dan kedalaman lubang yang mencapai 20 meter,” jelas Chendry.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi kendala warga melakukan evakuasi.

Menurut Chendry, tak hanya kecilnya lobang saat melakukan evakuasi, kendala lainnya saat ini kurangnya logistik di lokasi tersebut.

“Salah satu kendala juga bahwa tidak ada konsumsi di lokasi karena tidak ada yang membawa bekal, karena akses dari lokasi ke perkampungan butuh perjalanan yang memakan waktu 3 jam lebih,” ungkap Chendry.

Kata dia saat ini alat yang digunakan warga untuk masuk kedalam lobang dibantu dengan dua blower dan dua mesin genset.

“Ada 100an warga saat ini berada di lokasi untuk melakukan evakuasi, jika tak bisa maka akan menunggu tim SAR untuk lanjutkan evakuasi,” tutupnya.

Sangadi Atoga Timur, Kanno Ngato menyampaikan, proses evakuasi saat ini masih diupayakan semaksimal mungkin malam ini, jika tidak akan dilanjutkan pada esok hari.

Penulis: Riswan | Pewarta: Chendry

Pos terkait