Dua penambang emas dikabarkan tewas di lokasi PETI Mintu Boltim

  • Whatsapp
Situasi terkini di Lokasi HPT Mintu Blok Aya, Desa Atoga Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Foto: Chendry Mokoginta)

Boltim, aksaranews.com Dua penambang emas di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Mintu, Desa Atoga Timur, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, dikabarkan tewas di dalam lubang akibat kehabisan oksigen dan zat asam, Rabu (12/1/2022).

Kedua korban diketahui bernama Alen Mokoagow (25) warga Atoga Timur, Boltim dan Onal Rawung (21) warga Karowah, Minahasa Selatan.

Menurut penuturan Vivi Kolopita (20) selaku istri korban (Alen Mokoagow), dirinya bersama suami ke lokasi Mintu sejak Rabu 5 Januari 2022 pekan lalu.

“Katanya bersama suami sejak hari rabu (5/1/2022) naik ke lokasi di Blok Aya HPT Mintu,” tutur Chendry Mokoginta, jurnalis seputarboltim.com yang mewawancarai istri korban di lokasi HPT Mintu, Rabu sore.

Menurut penuturan Vivi, Suaminya bermaksud untuk menyelamatkan korban atas nama Onal Rawung yang terjebak di dalam pantongan atau lubang tambang.

Namun naas, Alen juga ikut terjebak di dalam lubang dan tidak keluar lagi.

“Dua korban yang terjebak di dalam lobang atau pantongan sedalam 20 meter, Alen Mokoagow dan Onal Rawung,” beber Chendry.

Chendry yang saat ini berada di lokasi, menjelaskan kejadian terjadi pada pukul 10.00 WITA dan sampai pukul 17.00 WITA kedua korban belum berhasil dievakuasi.

“Proses evakuasi dilakukan oleh personil Polres Boltim, Polsek Nuangan, dibantu pemerintah desa Atoga dan Atoga Timur bersama puluhan warga,” sebutnya.

Kata dia, proses evakuasi yang dilakukan saat ini menggunakan alat seadanya dengan proses manual.

“Alat-alat yang digunakan berupa blower dan genset utk memasok oksigen di dalam lubang,” tambahnya.

Penulis: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait