DPO Pembunuhan Tambang Tatelu Roboh “Dicium” Timah Panas

  • Whatsapp
Pelaku (duduk di kursi roda) berfoto bersama tim Gabungan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Foto: Istimewa)

Kotamobagu, aksaranews.com – Satgassus Maleo Polda Sulut dipimpin oleh Katim Kompol Elly Maramis Berhasil menangkap pelaku pembunuhan di tambang emas tatelu, Minahasa Utara, yang dilaporkan pada 5 Juli 2017 lalu.

Tim Satgassus Maleo berkolaborasi dengan Tim Waruga Polres Minut dan Resmob Polres Kota Kotamobagu, pada sabtu (13/02/2021) malam pukul 22.00 wita, mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku penikaman atas nama IS alias Indra (33) warga Tompaso Baru sedang berada di salah satu tempat pijat di desa Biga Kecamatan Kotamobagu Utara.

Bacaan Lainnya

Tak menunggu lama, tim langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap pelaku, namun saat digerebek pelaku berusaha melawan polisi dengan senjata tajam jenis pisau Badik.

Polisi pun mencoba mengeluarkan tembakan peringatan namun pelaku dengan beringas terus melakukan perlawanan, akibatnya tim langsung mengambil tindakan tegas terukur dengan melepaskan “Timah Panas” yang mengenai kedua kaki pelaku hingga tergeletak. Tim langsung mengamankan pelaku.

Menurut Kanit III Maleo Team Aipda Safri Sandag menceritakan kronologi penikaman yang menyebabkan korban Masri Pasambuna alias Lali warga desa Pangiang I Kecamatan Pasi Timur Kabupatwn Bolmong pada sekira tanggal 5 Juli 2017 pukul 24.00 wita di areal Tambang Emas Tatelu Kecamatan Dimembe Minut.

Pelaku IS dan temannya CS alias Charles mendatangi tempat tinggal korban di kompleks tambang Tatelu untuk mencari rekan korban bernama Zulkifli Mokoginta alias Ulu.

Namun saat itu Zulkifli telah pergi menghindar meninggalkan korban Masri alias Lali, saat itu juga pelaku langsung menikam korban di Dada dan Punggung Belakang Korban.

Mendengar keributan seorang lelaki bernama Irfan Rudigaib menegur pelaku agar tidak menikam korban, pelaku bukannya berhenti malah mengayunkan pisaunya kepada Rudi, merasa nyawanya terancam Rudi langsung menghindar dan mencari pertolongan.

Sementara korban akibat luka parah meninggal dunia dan pelaku langsung mengambil langkah seribu yakni melarikan diri selama empat tahun lamanya sehingga masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO). (***)

Pewarta: Zulfan | Editor: Redaksi

Pos terkait