aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Dinsos Manado kocar kacir, Kejari dalami dugaan korupsi dana bansos berbandrol 27 Miliar

Hijran Safar, Kasi Intel Kejari Manado saat ditemui aksaranews.com

Manado, aksaranews.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado melalui seksi pidana khusus (Pidsus) terus berupaya membongkar dugaan kasus korupsi di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat pada tahun 2020 lalu yang berbandrol fantastis yakni 27 Milliar.

Bahkan menerut Kasie Intel, Hijran Safar, pihaknya sudah menyusun agenda pemeriksaan saksi mulai hari ini.

“Rencananya pihak kami akan melakukan pemeriksaan saksi hari ini, tapi untuk hasilnya akan koordinasi dengan pidsus dulu,” ungkap Hijran Safar, Kamis (4/8/2022).

Safar pun menambahkan, nantinya akan ada dua orang yang diperiksa dalam dugaan kasus korupsi bansos ikan kaleng senilai 27 Miliar ini.

“Dua orang, tapi saya belum dapat info lebih lanjut terkait pemeriksaan ini,” ungkap Safar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika kasus dugaan korupsi pengadaan ikan kaleng ini sudah naik ke tahapan penyidikin umum, namun sampai saat ini belum ada tersangkanya.

“Kasus ini sudah naik sidik, tapi untuk tersangka belum ada,” tegasnya.

Selenjutnya, Ia pun membenarkan bahwa kuasa pengguna anggaran di Dinsos Manado juga akan turut diperiksa.

“Seperti saya bilang tadi, semua telah terjadwalkan dan semua yang terkait pasti akan diperiksa,” tutupnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, aksaranews.com telah berusaha mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Sosial kota Manado, Sammy kaawoan melalui pesan singkat, namun tidak direspon.

Diketahui, dugaan kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Kejari Manado ini, adalah tentang pengadaan ikan kaleng yang dilakukan oleh Dinsos Manado dalam menangani percepatan penanganan covid-19 melalui bantuan sosial bagi masyarakat dalam tiga tahap dan bersumber dari anggaran tak terduga pemkot Manado pada tahun 2020 yang lalu.

Pewarta: Dpk | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.