Dikarantina Selama Sepekan, Seorang Nakes Ini Dinyatakan Sembuh

AKSARA, Bantaeng – Seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bekerja pada salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dinyatakan sembuh usai menjalani isolasi mandiri di salah satu Hotel di Makassar selama tujuh hari terhitung sejak Sabtu (11/07/2020) pekan lalu.

Seorang Nakes tersebut terkonfirmasi bernama Mulianti (29). Kepada wartawan Aksaranews.com dirinya mengaku bahwa, dia merupakan pasien dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) yang belakangan dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) setelah dilakukan test Swab pada awal bulan pekan kedua lalu.

Bacaan Lainnya

“Per tanggal 29 Juni 2020 senin malam itu, saya menerima salah satu pasien dengan keluhan hanya deman dan sakit perut, hasil rapid test sebanyak dua kali non reaktif, tidak ada keluhan selain itu. Kami melayani seperti pada umumnya dan APD yang disiapkan oleh Puskesmas,” ungkap Mulianti mengawali ceritanya terpapar Covid-19.

Usai menangani pasien tersebut sambung Mulianti, Pada Minggu (05/07/2020) pekan pertama bulan juli lalu, beberapa Nakes PKM kota yang pernah kontak langsung dengan pasien diminta untuk melakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Tak yakin dengan hasil tersebut, berselang tiga hari kemudian, seorang dokter menyarankan untuk melakukan Swab test di PKM dimana Mulianti bekerja.

“Dengan Satu kali di swab, saya diminta melakukan isolasi mandiri dirumah sembari menunggu hasil swab. Setelah menunggu hasil swab selama tiga hari ternyata hasilnya keluar begitu membuat saya syok, karena saya dikonfirmasi positif Covid-19. Padahal, saya tidak ada gejala apa-apa. Tidak batuk, tidak flu, tidak demam, tidak sakit demam, tidak sakit tenggorokan, tidak sesak. Jadi tidak ada gejala apa-apa sebenarnya. Makanya saya juga kaget kok jadi positif. Dan malam itu juga saya langsung dijemput oleh tim gugus covid-19 dengan seragam astronod, kemudian di bawah ke salah satu hotel di Makassar untuk dilakukan perawatan,” cerita Mulianti kepada wartawan Media ini, Selasa (21/07/2020).

Meski begitu diakuinya, semenjak dia diisolasi mandiri pada Sabtu (11/07/2020) lalu, tak ada sedikitpun niat untuk menyerah. Justru proses tersebut membuatnya tetap termotivasi bahkan tumbuh semangat yang besar dalam dirinya untuk cepat pulih.

“Ketika berada di sini, saya melihat banyak teman yang senasib. Selain itu, kok tempatnya juga nyaman, tidak mengerikan seperti yang diberitakan. Itu membuat motivasi dan semangat saya tumbuh. Sehingga saya pun lebih semangat lagi untuk hidup lebih lama. Dan karena kita melawan penyakit mematikan yang tidak kita tahu. Maka saya sendiri tidak pernah merasakan bahwa saya sedang sakit. Yang saya rasakan adalah bahwa saya merasa sehat, itu menjadi salah satu motifasi diri saya untuk bisa cepat sembuh,” akunya.

Lebih lanjut ia terangkan faktor lain yang turut menjadi bagian dari proses pemulihan dirinya pada masa isolasi mandiri antara lain adalah pengalihan fikiran, yakni dengan melakukan kegiatan – kegiatan positif seperti senam bersama, berjemur bersama, dan lain sebagainya. Disamping itu, untuk mengobati rasa rindu kepada keluarga, ia kerap melakukan komunikasi via video call selama menjalani masa isolasi, seraya memohon doa kepada Allah SWT untuk diberikan nikmat kesembuhan atas paparan Covid-19 terhadap dirinya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan seseorang yang terinfeksi virus. Apalagi membully yang bersangkutan dan keluarganya, sebab menurut Mulianti, siapapun dan seperti apapun seseorang itu, pasti tidak mau dan tidak ingin terpapar Covid-19 ini.

“Itu tidak benar, saya tidak setuju. Karena jangan lupa ini wabah. Siapa sih yang mau. Wabah yang menjalar dihampir semua negara, yang sepertinya mengerikan, padahal tidak seperti AIDS. Itu yang orang harus tahu,” cetusnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan pernyataan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantaeng, dr. Ihsan menyebutkan bahwa, pada Sabtu (18/07/2020) akhir pekan kemarin, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan sebanyak 31 orang.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait