Berbagai Kegiatan Seni Budaya Ramaikan Kampanye Stop Narkoba di Ternate

Tampak kepala BNNP Malut bersama tim BNNP berusaha menaklukan bambu yang bergerak tak beraturan mengikuti arahan pawang bambu.

Ternate, Aksaranews.com – Dalam rangka mengkampanyekan stop Narkoba pada perayaan mini Festival Kulaba Tempo Dulu yang dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Kulaba Kota Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut), Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Malut, Brigjen Pol. M Arief Ramdhani, SIK ikut serta dalam salah satu pagelaran seni Bara Maseun (Bambu Gila).

Kegiatan yang melibatkan para pemuda itu bertujuan, mendorong masyarakat khususnya para generasi milenial kreatif, sadar, sehat produktif dan bahagia tanpa Narkoba.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini tak lain sebagai gerakan penyadaran, pemberian informasi, sosialisasi, dan kewaspadaan bahaya Narkoba kepada masyarakat,” ungkap Arief Ramdhani, saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan tersebut.

 

Foto bersama Lurah Kulaba, perwakilan Komunitas Jaringan Kota, Babinsa dan Babinkamtibmas Kulaba usai penyerahan bantuan bola voley untuk remaja putri dan bola kaki untuk remaja putra.

Mantan Dir Narkoba Polda Bali ini juga menyerahkan display Narkoba kepada pihak Kelurahan Kulaba dan bantuan bola voley untuk remaja putri dan bola kaki untuk remaja putra yang disaksikan langsung oleh Lurah Kulaba, perwakilan Komunitas Jaringan Kota, Babinsa dan Babinkamtibmas Kulaba, serta masyarakat setempat.

Disamping itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pencegahan Masyarakat (P2M) BNNP Malut yang juga sebagai penanggung Jawab kegiatan, Drs. Hairuddin Umaternate, M.Si menerangkan tujuan pagelaran seni dan budaya dalam kegiatan tersebut.

“Pagelaran seni dan budaya sebagai media untuk pengetahuan dan pemahaman tentang Narkoba melalui kreatifitas seni dan budaya sekaligus menggugah masyarakat aktif dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” Terang Hairuddin.

Hal yang sama disampaikan ketua pemuda Kelurahan Kulaba, Julfikar Muhtar, dimana dalam sambutannya, dirinya mengajak pemuda Kulaba untuk melakukan perubahan dengan kreatifitas tanpa menggunakan Narkoba.

Adapun berbagai pagelaran seni budaya yang digelar dalam kegiatan antara lain; tarian soya-soya, puisi, tarian lalayon, dan bambu gila yang dalam bahasa setempat disebut Bara Masuen yang merupakan salah satu permainan tradisional dengan aura mistis dimana bambu yang dipegang oleh 6-7 orang ini akan bergerak sendiri setelah dibacakan mantra oleh pemandu. (*)

Pewarta: Sadan | Editor: Redaksi

Pos terkait