aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Astaga! Oknum ustadz di Bantaeng diduga lecehkan santrinya

Polres Bantaeng didesak segera lakukan penahanan terhadap pelaku pelecehan

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Bantaeng, aksaranews.com — Kasus dugaan kekerasan seksual pelecehan yang menyeret oknum Ustadz berinisial SI (31), di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Darul Najah, Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kian disorot sejumlah kalangan.

Hal ini menyusul dengan keberadaan status korban berinisial N (17) yang merupakan santriwati di Ponpes tersebut dan masih dibawah umur.

Tak hanya itu, pelaku yang belakangan diketahui sebenarnya sudah berstatus tersangka sejak tanggal 2 Juni 2022 lalu. Namun hingga saat ini, tak kunjung ditahan.

Padahal dari hasil pemeriksaan, polisi telah menerbitkan surat Pemberitahuan Hasil Perkembangan penyelidikan (SP2HP A.1 dan A.3.1) Pada tanggal 30 Mei 2022 lalu. Dimana terlapor, dari status saksi menjadi tersangka.

Menyikapi hal ini, salah satu Aktivis Muda Bantaeng, Aldi Naba menilai kasus yang dilaporkan lambat dalam penanganan pihak penyidik PPA Polres Bantaeng.

Ia pun angkat bicara dengan mendesak Polres Bantaeng agar segera melakukan penahanan terhadap tersangka SI atas dugaan pelecehan seksual setelah membawah lari anak di Bira Bulukumba satu malam.

“Maka dari itu, kami mendesak Polres Bantaeng segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku tersebut,” tegas Aldi Naba Kepada aksranews.com saat ditemui di salah satu Cafe di Bantaeng, Jum’at (22/07/2022) Kemarin.

Disisi lain, dirinya mengungkapkan keheranan dan kekecewaan atas sikap pihak kepolisian yang terkesan memperlambat proses hukum terhadap pelaku, sebab kasus yang sudah bergulir lama hingga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ada tindakan penahanan dan penangkapan dari pihak berwajib.

“Saya sangat heran karena tersangka belum juga ditangkap. Sebab kasus ini sebenarnya sudah bergulir cukup lama, mencuat pada 1 April 2022. Hingga ditetapkan sebagai tersangka, pertanggal 2 Juni 2022. Namun sampai saat ini, terbukti pelaku masih menghirup udara bebas dan belum ditangkap,” ungkap Aldi dengan penuh kecewa.

Turut ditegaskannya pula, bahwa kasus seperti ini, tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh penegak hukum. Harus ditindak tegas dan jangan ditunda-tunda.

Terpisah, Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara, SH, SIK, M.Si, menjelaskan, dua pertimbangan penyebab pelaku belum ditahan meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pelecehan seksual setelah membawa santrinya ke Bira Bulukumba.

“Pelaku belum di tahan dengan pertimbangan, pertama karena ada penjamin bahwa pelaku tidak akan melarikan diri, kedua menjaga marwa pesantren tersebut, dimana pada saat itu bertepatan dengan penerimaan siswa baru,” jelas Kapolres Andi Kumara saat ditemui di Rujab Kapolres Bantaeng, Jum’at (22/07/2022) malam.

Menurutnya, kasus tersebut sudah masuk P.19 dan berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan dan perkembangan penyidikan sudah disampaikan oleh pihaknya kepada keluarga korban.

“Jadi jangan khawatir, insya allah secepatnya kami akan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Nanti setelah ditangkap kita serahkan langsung ke Kejari (Kejaksaan Negeri) Bantaeng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.